Untuk Laki-laki Teman Hidupku Di Satu Tahun Pernikahan Kita [Sebuah Memoar Selebrasi HUT Pernikahan]

         Dua setengah tahun yg lalu, tak pernah terpikirkan olehku bahwa aku akan bbrp kali dikenalkan, dijodohkan kepada bbrp laki-laki yg mungkin salah satunya adalah jodohku.

          Satu setengah tahun yg lalu, aku tak akan percaya dan merasakan kecilnya harapan bahwa aku segera akan bertemu orang yg tepat dan akhirnya membentuk rumah tangga sendiri.

          Satu tahun lebih tujuh hari yg lalu aku seakan tak percaya bahwa hanya tinggal hitungan hari aku akan memasuki babak baru kehidupanku bersama seorang laki-laki yg akan kupanggil suami; dan tujuh hari kemudian tepat satu tahun yg lalu, akhirnya laki-laki bernama Amrul Wahdi itu resmi menjadi pendamping hidupku, suamiku.

     Hari demi hari kami jalani rumah tangga baru kami, baru kusadari betapa banyaknya yg harus dan telah kupelajari, kukembangkan dan kuperbaiki. Aku menyadari, betapa kurangnya diriku, betapa tidak sempurnanya aku. Namun, suamiku ini tetap dengan setia mencintaiku, menyayangiku, membuatku yakin bahwa aku berharga baginya, dan aku pun senantiasa berusaha membalas kepercayaan, cinta, dan kasih sayangnya dengan melakukan hal-hal yg ia suka.

          Satu tahun tak terasa terlewati dalam suasana hangat canda tawa, serius, santai, dan lainnya yg kesemuanya membuat hidup kami berwarna. Semoga Allah SWT melindungi dan menjaga kami agar kami dan rumah tangga kami tetap berjalan di Jalan-Mu dan langgeng sampai akhir hayat kami (aamiin).

I might be not a perfect person or even a perfect woman; but let me be the perfect one you chose to be your life partner, your wife, that you loved.
You could be not the perfect man that I’ve ever met in my life; but you are the perfect choice for me to be my husband, to guide me, to accompany me through all the days of my life until death do us apart. You are my perfect man, my perfect husband that I love.

Happy 1st Wedding Anniversary My Dearest Husband!

akad nikah

malioboro 3 resized

Bandar Udara Internasional Pertama punya Indonesia Ternyata Peninggalan Belanda!

Yup, Anda tidak salah membaca judul di atas. Indonesia memang mempunyai bandar udara internasional yang merupakan peninggalan pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Akan tetapi, kalau Anda mengira itu adalah Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Anda salah besar karena yang dimaksud di sini adalah bandar udara Setasiun Kemayoran (atau setidaknya bernama demikian, seperti yang bisa dilihat di gambar ini). Sayangnya, bandara ini sudah berhenti beroperasi semenjak 1 Juni 1984 silam (lamanya… :3)

Berikut ini adalah foto yang lebih menunjukkan bahwa bangunan tersebut adalah bekas bandar udara sekaligus sebagai judul salah satu berita dari sumber yang saya dapatkan:

Ini Bandara Internasional pertamanya Indonesia yang tenggelam oleh gedung-gedung tinggi

(sumber: http://www.indonesiamerahputih.com dan http://www.ayogitabisa.com)

Ada foto satu lagi nih (sebenarnya masih banyak sih, di situs sumber beritanya😛 ) yang menunjukkan bahwa gedung tersebut sudah lama tak terpakai, yang bisa dibuka di sini

Nah, segitu aja dulu informasinya untuk kali ini, pembaca. Foto-foto yang lebih lengkap bisa dilihat di situs yang saya tautkan di sini.

NB: salah satu sumber saya memang mengacu kepada seorang tokoh, tapi percayalah bahwa saya tidak ada kaitannya sama sekali dengan tokoh tersebut. Hanya kebetulan😉

update: ‘baru’ menikah selama 9 bulan!

Gambar

Yup! itulah peristiwa besar setelah posting saya terakhir kali akhir tahun lalu😀

Sebenarnya ketika saya menerbitkan posting tentang PKPP itu, saya sedang dalam proses menyiapkan pernikahan saya yang tinggal menghitung hari saja, yaitu tanggal 25 Desember 2012 (yup, pas Natal tuh!😀 ); dan masih menjalani PKPP untuk jurusan minoring Psikologi Klinis Dewasa, sampai sekarang (mandeg nih, doain ya supaya lancar.. tinggal nulis laporannya aja nih😛 ).

Oh ya, yang bisa dibilang istimewa dari pernikahan saya ini adalah karena prosesnya yang cepat, dari mulai diperkenalkan dengan seorang pria melalui proses ta’aruf selama 1 bulan, sebelum memutuskan menerima pinangan untuk menikahi pria (calon suami😉 ) tersebut, kemudian mempersiapkan pernikahan dalam waktu 1,5 bulan saja.

Walaupun proses perkenalan singkat, insya Allah, dengan izin Allah kami dapat langgeng selamanya (Aamiin..). Jadiiiii,,,, semenjak 25 Desember 2012, saya resmi menjadi “Nyonya Amrul Wahdi” (hohoho…😀 )

PKPP: Praktek Kerja Profesi Psikologi

yah, jadi itulah yang sedang saya jalani sekarang sebagai mahasiswa S2 Psikologi Profesi, para pembaca sekalian! praktek kerja atau bisa juga disebut “magang” ini melatih para mahasiswa S2 Psikologi Profesi yang merupakan calon Psikolog, agar dapat mempraktikkan ilmunya dengan baik dan bertanggung jawab, sekaligus memperkenalkan sang mahasiswa terhadap lapangan kerjanya kelak.

sekedar curhat dan berbagi pengalaman, ternyata menjalani pendidikan calon psikolog dan praktek kerja ini susah-susah asik (bisa dibilang susah, tapi nambah pengalaman, makanya asik, hehe…)

awal menjalani praktek kerja ini, saya dan teman-teman sempat keteteran, karena belum dipersiapkan dgn baik dalam menghadapi praktek kerja ini, selain karena memang belum ada pengalaman sih…😀

ketika postingan ini ditulis, saya sedang dalam proses menyelesaikan praktek kerja untuk jurusan minoring saya, yaitu Psikologi Klinis Dewasa. mungkin karena ini hanya jurusan minoring yang bobot kasusnya hanya 3, dan tidak sebanyak jurusan mayoring yang harus menyelesaikan 7 kasus (mayoring saya Psikologi Pendidikan), saya dan teman satu kelompok magang/praktek terlihat lebih tenang dan lebih bisa menjawab perihal praktek psikologi klinis–atau mungkin juga karena dari awal saya ada minat mengambil jurusan Psikologi Klinis, walaupun yang kategori Anak (Psikologi Klinis Anak).

lalu, apakah saya termasuk salah jurusan? menurut saya tidak, karena saya memang bercita-cita mengabdikan diri untuk memperbaiki dan/atau mengembangkan pendidikan Indonesia mulai dari usia dini sebab saya menyukai anak kecil, dan sangat memperhatikan perkembangan anak-anak hingga dewasa. maka dari itu, masuk dalam jurusan mayoring pendidikan masih banyak kelebihannya dibanding bila saya memilih psikologi klinis dewasa (di tempat saya kuliah) sebagai jurusan mayoring saya.

yang pasti, setelah selesai PKPP Psikologi Klinis Dewasa ini, saya akan mencoba lebih menikmati dan lebih tenang dalam menjalani PKPP Psikologi Pendidikan. semangat!!!

Update setelah sekian lama hiatus **Peace!!** ^_^

Oke, pertama-tama saya minta maaf karena tidak meng-update blog ini (siapa tahu ada yg menantikan update dari saya *ngarep.com*)

Pertama kali buka blog ini, ternyata posting terakhir masih tentang wisuda saya! hohoho…😀 itu berarti sudah 6 bulan yg lalu! weleh-weleh…😛
Jadi, segeralah saya beraksi *lebay* meng-update blog tercintah *hueks* inih…

Begini ceritanya: setelah wisuda, saya sempat mengajar ngaji di TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) dekat rumah, sambil mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian masuk S2. Waktunya sekitar 3-4 bulan (April-Juni 2010). Karena saya ditawari untuk melamar kerja di suatu sekolah swasta, maka jadilah saya juga mencoba melamar kerja selain ngajar dan siap-siap ujian masuk S2🙂

Pengalaman ketika wawancara + psikotes kerja membuat saya tidak yakin diterima, dan akan mensyukuri walaupun saya tidak diterima di sekolah tersebut (soalnya jauh sih… :-P). Wawancara kerja ini kira-kira terjadi ketika saya baru wisuda (sekitar bulan April 2010).

Selama menunggu hasil wawancara + psikotes kerja, saya mempersiapkan diri mengikuti ujian masuk S2 *dengan prasangka tidak diterima kerja karena sudah 2 bulan saya menunggu kabarnya*. Ujian masuk S2 pun telah saya lewati, tapi hasil wawancara kerja tidak juga ada kabarnya.

Tiba-tiba suatu hari, HRD sekolah tersebut menghubungi saya dan memberitahukan bahwa saya diterima kerja!! Saya pun diminta ke sana dan secepatnya memberi kabar kembali apakah saya menerima tawaran kerja dari mereka. Masalahnya, jika saya menerima tawaran kerja itu, saya tidak akan bisa kuliah S2 (kalau seandainya diterima). Akan tetapi, jika saya saat itu tidak menerima tawaran kerja, rasanya sayang sekali jika membuang kesempatan memperoleh pengalaman kerja yang mungkin saja tak datang untuk yang kedua kalinya.

Alhamdulillah, kebingungan saya tidak berlangsung lama karena beberapa hari setelah saya mendapat penawaran kerja, pengumuman dari universitas yang saya ikuti ujian masuknya sudah ada, dan hasilnya saya tidak lolos seleksi tahap pertama😛 . Akhirnya, sebelum tenggat keputusan menerima tawaran kerja dari sekolah tersebut habis, saya bisa mengabarkan mereka bahwa saya menerima tawaran kerja mereka.

Setelah saya jalani selama 6 bulan ini, pengalaman kerja saya yang pertama ini bisa dibilang sangat menantang dan menyenangkan. Itu semua karena bekerja dengan anak-anak kecil ini membuat saya merasa  fresh, juga karena teman-teman satu divisi yang baik-baik dan sangat lucu (malah cenderung “gokil”).

Sistem kerja di sekolah swasta tersebut menggunakan kontrak selama setahun, jadi saya berharap ketika kontrak saya berakhir, saya telah diterima di suatu universitas untuk meneruskan studi saya ke jenjang S2 (atau menikah😀 )

Yah, seperti itulah hal-hal yang telah terjadi dalam kehidupan saya selama saya membiarkan blog ini hiatus… semoga curhatan saya ini berguna🙂

note: posting ini sempat jadi naskah nganggur selama 3 bulan sebelum akhirnya dipublikasikan, hihihi… *maafkan saya…* 😛 , dan akhirnya sekitar bulan Oktober 2011 saya berhasil diterima menjadi mahasiswi S2 Program Magister Psikologi Profesi😀